WELCOME.....

WELCOME.....
^^

Rabu, 18 Mei 2011

US!

1
Eight Ghee..


Aku Rei. Rie Lunata. Umurku 13 tahun dan aku kelas 2 SMP. Kelasku bernama 8G dan aku cinta kelasku. Aku dan teman-teman sekelasku berasal dari kelas 7 yang berbeda. Ada yang dari 7A, 7F, dan 7G. Aku sendiri berasal dari 7G. Akibat itu banyak cerita yang seru dan aneh-aneh yang terjadi di kelas GHE.
Awal masuk kelas, semua anak terlihat canggung. Walaupun ada juga yang kelasnya sama waktu kelas 7,, tapi mayoritas masih bingung dengan keadaan. Kalo aku sih,, jujur, seneng banget karena akan dapat banyak temen baru. Awal masuk masih biasa-biasa saja. Kami belum memulai pelajaran— yang kami tahu akan lebih sulit dari pelajaran kelas 7—seminggu pertama hanya diisi pengenalan guru dan waktu beradaptasi.
Kami mendapat wali kelas baru. Namanya Bu Margaret. Dari pandangan pertama, jujur aku beranggapan bahwa wali kelasku ini akan, ekhem, cukup, ekhem! Menyebalkan.
“Pagi, anak-anak.”, itu kata pertama yang dikatakan Bu Margaret. “Saya Ibu Margaret, tapi anak-anak panggil saya Bu Marge saja. Saya wali kelas baru kalian.”, lanjutnya. Suaranya cempreng, pikirku. “Sekarang kalian kenalkan diri kalian dulu satu persatu maju ke depan kelas.”, katanya tanpa jeda. Jadi, kamipun maju satu persatu memperkenalkan diri di depan kelas. Masing-masing menyebutkan nama dan alamat.
Lalu Bu Margaret bercerita tentang mantan muridnya yang masih mengenalinya setelah berpisah kurang lebih 10 tahun. Bu Marge juga bercerita tentang wajahnya yang sulit dilupakan walau penampilannya berbeda. Dulu, wali kelasku itu tidak berjilbab, sekarang baru berjilbab.
“Selanjutnya mari kita susun pengurus kelas ya!”, Bu Marge lalu menulis daftar panjang pengurus kelas di papan tulis. “Sekarang mulai dari pengurus inti. Bendahara?” banyak yang menanggapi dengan memilih beberapa teman. Akhirnya, Vanya dan Aaron yang dipilih menjadi bendahara satu dan dua.
“Sekretaris?”
“Wah, kalau itu, Yorri jelas!”, kata Astika, menunjuk teman yang terkenal dengan tulisannya yang bagus dan rapi.
“Ya, dah! Yorri, sekretaris satu. Sekretaris dua?”
“Kesia aja, Kesia aja!”
“Ya, Kesia.” Bu Marge pasrah manghadapi murid-murid yang ribut, lalu menulis nama-nama yang sudah terdaftar di papan tulis.
“Ya, sekarang ketua kelas, yo! Ada calon?
Murid-murid mulai ribut. Ada beberapa yang berteriak menyebutkan nama teman, ada yang menyetujui, sedang yang disebut namanya menolak keras-keras. Haha. Aku sendiri, sebenarnya ingin jadi ketua. AKU INGIN MENCALONKAN DIRI. Tapi, ya, masih malu lah.. Kan aku masih belum tahu apa-apa.
“Bu, Pujo aja!”kata seorang teman.
“Lhoh, kok aku??”kata teman yang bernama Pujo.
“Rei aja, Bu!” kata seseorang. Ha? Aku kaget. Segera teman-teman perempuan menyetujui. Aku menggelengkan kepala.
“Oh, ya sudah, si Puja, —eh iya?” kata bu Marge.
“Pujooo..” anak-anak membetulkan.
“sama, si… Siapa?” muka Bu Marni bingung, menunjuk ke seorang teman yang badannya lumayan besar, bermuka ketua, tapi aku tahu, bukan ketua yang baik.
“Bagaaass.. Wahahaha!”, anak laki-laki ribut.
“Wah, Bu! Jangan saya, Bu! Bu..” , Bagas merengek-rengek.
“Dah, Bagas sama Pujo.” Bu Marge teguh tanpa memedulikan namaku yang disebut-sebut oleh anak-anak perempuan. Lalu Bu Marge menuliskan nama Bagas dan Pujo di papan tulis. “Sekarang milih satu-satu yo! Urut dari kamu.” Bu Marge menunjukku, yang duduk di pojok depan.
“Pujo.”
Lalu pilihan terus bergilir sampai murid terakhir. Dan, suara terbanyak di dapat Pujo. Haha, memang pantas orang itu!
Selanjutnya, Bu Marge memilih pengabsen (Clarin dan aku!), seksi kebersihan (Dewi), seksi keamanan (Arga), pembantu umum (Raka,—padahal dia dulunya ketua kelas 7G—),,dll dll.. Selesai melaksanakan tugasnya sebagai wali kelas 8G, Bu Marge segera pergi.
Guru-guru baru kami segera masuk satu persatu sesuai jadwal pelajaran. Dan setiap ada guru baru yang masuk, kami selalu disuruh mengenalkan diri. Jadi bisa dihitung, selama seminggu, kami bolak-balik maju ke depan kelas untuk mengenalkan diri kami masing-masing 13 kali.
Oke,, setelah seminggu yang menyenangkan di awal kelas delapan, kami lanjutkan tahun kami dengan belajar banyak sekali hal baru. Masalah belum banyak muncul di kelas. Kami senang dapat teman-teman baru, dan pelajaran-pelajaran baru.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar... :)