WELCOME.....

WELCOME.....
^^

Rabu, 18 Mei 2011

US!

2
FIRST PROBLEM


Aku dari kelas 7 dah lengket banget sama Astika. Dia sahabatku. Kami selama ini baik-baik saja. Dan seiring mulainya pelajaran baru, masalah-masalah kayanya ngintil* di belakangnya. Kami mulai sering cekcok, Astika mulai mendekati Deby dan aku juga mulai sama Kesia. Ya sudah, suatu hari, memuncaklah amarahku karena Tika gak mau nemenin aku fotocopy. Sepele, tapi menyebalkan, begitu pikirku.
Akhirnya, seperti angin, persahabatan kami putus. Tika sering bermain dengan Deby karena rumah mereka dekat, aku cemburu. Tapi aku nggak berani ngungkapin. Jadi aku pendem. Jadi dongkol sendiri aku!
Puncaknya kami beneran putus adalah waktu Tika nge-chat aku. Kami sama-sama ngeluarin unek-unek. Dan perasaan setelah itu jadi tambah kacau. Jadi, kami saling diam. Daripada masalah tambah besar nantinya.. Jadi kami mulai kehidupan baru kami masing-masing. Aku menggabungkan diri dengan kelompok Kesia, Yorri, dan Vanya, sedang Astika bergaul dengan kelompok Deby.
Cara itu cukup membantu, kami jadi sering meluangkan waktu dengan teman-teman baru kami masing-masing hingga melupakan masalah kami sebelumnya. Tak ada sebulan setelah kejadian itu, kami telah baik-baik saja walau tidak lagi sedekat dulu.
Jadi, begitulah ceritanya aku bisa dekat dengan Kesia. Kesia Kharisma. Kesia orangnya feminim. Cantik dan pintar. Tapi kadang-kadang manja. Tapi di antara itu semua, Kesia baik dan tabah. Kesia bersahabat baik dengan Yorri. Yorri bernama lengkap Yordan Hiswari. Haha, unik. YORdan hiswaRI. Yorri. Yorri adalah teman pertamaku di SMP. Kami bersama-sama waktu tes masuk. Tapi, di kelas 7, Yorri lebih sering bersama Kesia dan mereka bersahabat. Aku? Bersama Tika tentu. Yorri anak yang baik, terkadang manja. Yaah, kuakui, memang manja. Satu lagi temanku yang baru, Vanya. Elvanya Purba Dita. Vanya adalah salah satu alasanku bisa bersahabat dengan Kesia, dkk.
Ceritanya, waktu aku bermusuhan dengan Astika, Vanya yang menghiburku. Dia mau berteman denganku waktu aku menyendiri setelah ditinggal Tika. Yang paling berkesan adalah waktu pelajaran olahraga. Tika bersama Deby, aku sendiri. Aku mojok ke tepi lapangan. Hampir menangis. Vanya mendatangiku, “Rei, kamu kenapa?” aku menahan tangis, jadi aku diam saja. “Ei!”, desak Vanya.
“Nggak papa, Vanya!”
“Mesti ada apa-apa!”
Aku diam.
“Astika to?” bisik Vanya.
Aku mengangguk.
Setelah kejadian itu, Vanya jadi dekat denganku. Aku jadi sering bersamanya. Kamipun lalu sering berkelompok bersama Kesia dan Yorri juga. Akhirnya, kami berempat bersahabat.
Namun, sekitar dua bulan kami berteman, Yorri dan Kesia yang jadi punya masalah. Belum lama, Kesia jadian dengan Onnoda, teman gerejanya. Lalu, waktu Kesia seakan habis dengan ‘koko-nya’ —begitulah Kesia memanggil pacarnya yang lebih tua 5 tahun darinya—. Yorri merasa terasingkan. Kau tahu? Yorri orang yang manja. Dia tidak biasa di-nomor-dua-kan. Masalah Kesia sungguh memberatkannya. Dia senang menyebarkan masalahnya ke semua orang. Sasaran utama curahan hatinya adalah Clara. Clara rasanya sangat perhatian terhadap masalah Yorri.
Masa-masa sulit dilewati Kesia. Dia tertekan. Aku tahu itu. Aku merasakan hal yang sama belum lama ini dengan Astika. Jadi aku menghiburnya. Aku membelanya karena Yorri memihak Clara. Itu haknya. Aku menjalankan tugasku sebagai teman yang baik.
Tapi, kebaikanku kepada Kesia menjadikan kami teman-sangat-baik-sekali. Yorri membentuk geng baru bersama Clara, Pinkan, dan Laras. Oke. Itu kisahnya bagaimana aku dan Kesia bisa berteman baik.
Sudah tiga bulan kujalani kelas delapan. WOW. Bangga juga. Aku jadi makin dekat dengan Kesia dan Vanya. Sekarang bukan hanya mereka berdua, ada lagi seorang teman baru yang bergabung, Dheajeng Intan Mutiarasari Artharizkia, alias Intan. Menyenangkan sekali bersama mereka bertiga. Dan pasti aku akan betah di kelas delapan.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar... :)